Sabtu, 31 Oktober 2009

Eksperimen Fisika Yang Dapat Memicu Kiamat !!!


Lubang Hitam ibarat perangkap maut di jagat raya. Namun, sebuah eksperimen fisika untuk mengetahui partikel dan antipartikel elementer (ultra tiny particle) pembentuk jagat raya malahan dikhawatirkan menghasilkan Lubang Hitam.
Padahal, apabila eksperimen ini berhasil maka lengkaplah kajian ilmu fisika seputar asal usul terbentuknya jagat raya atau disebut Teory of Everything. Kajian fisika selanjutnya adalah membuktikan keberadaan Tuhan secara sains.

Lubang Hitam di Bumi?
Large Hadron Collider(LHC) merupakan laboratorium raksasa berbentuk jaringan pipa yang kuat dan panjangnya mencapai 27 kilometer atau disebut Mesin Super Collider.
Eksperimen yang dilakukan di Laboratorium CERN (European Organization for Nuclear Research) yang terletak di Swiss (perbatasan Swiss dan Perancis) ini dikhawatirkan menimbulkan dampak berbahaya, yaitu terbentuknya Lubang Hitam di Bumi.

Kampanye menentang eksperimen ini semakin marak belakangan ini. Termasuk menampilkan film animasi berdurasi 38 detik seputar kemungkinan terjadinya Lubang Hitam di Bumi. Dalam film itu digambarkan Lubang Hitam akan menghisap Bumi yang berawal di laboratorium CERN.
Bahkan sejumlah ilmuwan di Amerika telah mengajukan gugatan agar eksperimen dihentikan. Gugatan itu berisi kekhawatiran adanya dampak berbahaya atau efek samping dari eksperimen Mesin Super Collider, yaitu berubahnya struktur partikel tanah yang dapat memicu terjadinya Lubang Hitam mini (subatomic Black Holes) di Bumi.
Hal itu berarti, secara perlahan areal di sekitarnya akan musnah dan semakin meluas ke seluruh Bumi. Disebutkan pula bahwa Lubang Hitam mini yang dihasilkan eksperimen itu dapat bertambah besar karena menerima zat (materi) hingga menjadi cukup besar untuk menghisap seluruh tanah. Dengan kata lain, kiamat yang sudah pasti datangnya itu akan terjadi akibat ulah manusia sendiri.
Gugatan hukum di Pengadilan Wilayah Amerika di Hawai ini diajukan pada bulan Maret 2008 lalu. Beberapa ilmuwan Amerika meminta keputusan pengadilan untuk menghentikan eksperimen LHC. Apabila gugatan itu dikabulkan, eksperimen bernilai 8 milyar dollar itu praktis dihentikan.
Itulah sebabnya, gugatan mendapat tanggapan keras fisikawan. Dr. Otto E. Rossler dari Universitas Tubingen di Jerman merasa skeptis dengan kemungkinan bahaya itu.
Pendapat itu didukung sejumlah fisikawan kuantum yang tergabung dalam The Committee for Elementary Particle (KET) di Jerman yang merilis laporannya bahwa eksperimen particle accelerator(pemercepat partikel) di LHC dinyatakan aman.
“Tidak ada dasarnya LHC akan menghasilkan Lubang Hitam yang dapat menghisap tanah,” bunyi laporan KET.
Sementara itu, dalam siaran persnya tgl. 5 September 2008 lalu, CERN merilis laporanJournal of Physics G: Nuclear and Particle Physics yang melampirkan sejumlah bukti bahwa ketakutan terhadap tingkat keamanan di LHC tidak berdasar. Bahkan ditambahkan, LHC merupakan laboratorium terbesar pemercepat partikel yang bermanfaat menguak rahasia jagat raya.
“LHC memungkinkan kita mempelajari secara rinci asal usul jagat raya. LHC sangat aman dan pandangan terhadap kemungkinan terjadi resiko adalah fiksi belaka, ” ujar Direktur CERN, Robert Aymar.
Laporan ini juga menegaskan sekaligus memperkuat laporan tahun 2003 bahwa tidak berdasar keprihatinan apapun tentang keamanan LHC.
Data observasi diberikan ke Dewan CERN dalam pertemuan Juni 2008. Dewan CERN terdiri dari 20 wakil pemerintah negara-negara anggota CERN. Laporan itu juga diperiksa secara cermat oleh The Scientific Policy Committee (SPC), yang terdiri dari 20 ilmuwan independen termasuk pemenang Nobel.
“Laporan menunjukkan bahwa LHC sangat aman,”kata Jos Engelen, pimpinan ilmuwan CERN. ”LHC sudah melaksanakan eksperimen ratusan ribu program. Nyatanya planet ini masih tetap ada,” katanya penuh percaya diri.
Andaikan eksperimen dilanjutkan, mungkinkah manusia dapat menciptakan Lubang Hitam yang kelak akan melenyapkan Bumi dari peta jagat raya?
Anda dapat membayangkannya dengan melihat film ini.
Partikel elementer (foton) di laboratorium CERN dan Large Hadron Collider (LHC)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar